Kamis, 29 Oktober 2020, WIB




          Biasanya tiap kecamatan ada desa yang namanya sama dengan kecamatan atau desa ibu kota kecamatan, misalnya Desa Wonosegoro Kecamatan Wonosegoro, Desa Klego Kecamatan Klego. Untuk Kecamatan Karanggede tidak ada Desa Karanggede, yang ada Desa Kebonan Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali, dimana Desa Kebonan sebagai ibu kotanya Kecamatan Karanggede. Mengapa? Pada masa Pemerintahan Kerajaan Surakarta tahun 1708 M di Karanggede diperintah oleh abdi dalem Punggowo Kasunanan Surakarta yang berpangkat Panewu yang memerintah para demang atau lurah.

          Letak kantor Kepanewon sekarang menjadi SDN (Sekolah Dasar Negeri) Kebonan dan Puskesmas Karanggede. Budaya kerajaan/feodal, panewu punya isteri selir atau garwo ampilan, bilamana para isteri selir ada yang berbuat kesalahan maka oleh panewu isteri selir itu dihukum berupa dipisah rumah,  yang pada masa itu lebih dikenal dengan istilah “ dikebonake “. Lihat sebelah selatan stadion Sriwedari Solo ada Desa atau Kampung Kebonan yang merupakan tempat untuk menghukum ( ngebonake ) para isteri selir raja, yang akhirnya para selir itu diberikan/dilungsurake kepada para demang. Tempat ngebonake isteri para panewu Karanggede yang punya kesalahan inilah yang kemudian dikenal dengan nama Kebonan.

          Desa Kebonan sebelum berdiri sendiri Pemerintahannya di bawah Kademangan Jambu Tegalsari, masa berakhirnya PB. IX Surakarta, Kepanewonan Karanggede diganti dengan Asisten Wedana, di Boyolali ada Bupati, di Surakarta ada Residen maka Desa Kebonan berdiri sendiri tidak di bawah Kademangan Jambu Tegalsari.

          Pada tahun 1926 di Desa Kebonan dan seluruh Kecamatan Karanggede dilaksanakan pemetaan tanah baik tanah kering maupun tanah sawah yang diberikan kepada masyarakat dimana pada masa itu yang menjadi Bupati Boyolali adalah Raden Suro Negoro dan Raja Kasunanan Surakarta adalah Paku Buwono X.