Kamis, 29 Oktober 2020, WIB




Jumat, 23 Okt 2020, 10:45:38 WIB, 7 View Administrator, Kategori : Info




Dalam rangka menanggulangi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa hama tikus sawah (rattus argentiventer) yang menyerang lahan pertanian demi ketahanan pangan, Pemerintah Desa Kebonan berupaya membangun Rumah Burung Hantu (Rubuha) di beberapa titik di areal lahan persawahan di Desa Kebonan. Mengingat burung hantu tidak bisa membuat sarang sendiri, sehingga harus dibuatkan sarang.

Dengan begitu tanaman padi warga dapat terhindar dari hama tikus sawah sehingga hasil produksi dapat tetap terjaga.

Pencegahan hama tikus dengan proses alami ini memang membutuhkan waktu yang cukup lama, namun hasilnya sangat efektif.

Tidak semua lahan pertanian di Desa Kebonan rawan tikus, sehingga pemasangan Rubuha diprioritaskan di area tanggul tengah yang dekat dengan aliran irigasi

Makanan dari burung hantu ini 99 % adalah tikus. Jenis tyto alba setiap malam mampu memakan 10-15 ekor tikus, dari kemampuannya melihat mangsanya sejauh 500 meter serta mendeteksi suara dari gerakan gerombolan tikus sejauh 12 kilometer. Waktu berburunya setiap malam tidak peduli musim penghujan atau kemarau.

Inilah upaya pengendalian tikus dengan mengaktifkan kembali rantai makanan. Selain burung hantu, ular sawah juga efektif mengatasi masalah petani serupa. 





Tuliskan Komentar